17 Oktober 2021

Inspektur Ikuti Pelatihan Certification of Government Chief Audit Executive (CGCAE) Angkatan 11

Spread the love

Tenggarong – Pelatihan CGCAE Angkatan ke-11 diselenggarakan mulai tanggal 24-27 Agustus 2021 secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain dengan membatasi peserta sebanyak 14 orang, di mana 2 orang di antaranya mengikuti kegiatan pelatihan secara virtual. Sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia pelatihan, Hendri Mustar, pelatihan ini diikuti oleh inspektur provinsi maupun para inspektur kabupaten/kota serta pimpinan level menengah APIP yang diharapkan akan menjadi motor penggerak perubahan APIP menuju peran pengawasan yang lebih efektif dalam mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah.

“Pimpinan APIP harus memiliki leadership dan peran manajerial yang efektif”. Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (PPKD) Dadang Kurnia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Certification of Government Chief Audit Executive (CGCAE) Angkatan ke-11 bagi Pimpinan APIP Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Kalimantan di Balikpapan pada Selasa (24/8).

Saat ini bahwa pimpinan APIP yang berasal dari latar belakang yang berbeda perlu menguasai setidaknya tiga area pengetahuan yang distandarisasi di seluruh Indonesia dan akan diperoleh melalui pelatihan CGCAE ini, yaitu kompetensi di bidang tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern; menjaga independensi dan mengimplementasikan standar audit; perumusan kebijakan pengawasan agar mampu meletakkan, mengevaluasi, dan menetapkan TAPKIN, serta PKPT,”lanjutnya

Harapannya agar CGCAE ini dapat menjadi standar baru bagi kompetensi seorang pimpinan APIP yang secara kolektif dapat mendorong peningkatkan kualitas pengawasan intern secara nasional. Sebagai motor penggerak, pimpinan APIP juga harus memiliki strategic and critical thinking agar mampu memanfaatkan beragam sumber informasi untuk mengantisipasi tantangan dan merancang serta melaksanakan strategi untuk memenuhi prioritas APIP. “CGCAE merupakan jawaban untuk menjawab tantangan-tantangan di atas”, ujarnya Dadang Kurnia di akhir sambutannya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur  dalam kesempatanya juga menyampaikan terima kasih kepada BPKP, khususnya Perwakilan BPKP Kaltim yang banyak memberikan dukungan secara langsung maupun tidak langsung dalam berbagai hal kepada pemerintah daerah, terutama dalam mengomunikasikan manajemen risiko yang belum begitu menggema di lingkungan pemerintah daerah,

“Kita ingin bekerja dengan nyaman, lancar tanpa gangguan. Jadi pencegahan awal melalui manajemen risiko itu mestinya bisa dilakukan, dan APIP bisa jadi pemangku dalam pencegahan dini di semua lini yang ada,” ujar Sa’bani.

Acara pembukaan pelatihan CGCAE juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur Supriyadi beserta para koordinator pengawasan. Hadir pula Kepala BPKAD Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Sa’dudin, serta seluruh Inspektur Provinsi/Kabupaten/ Kota Se-Kalimantan Timur.

“Saya juga berharap selaku pimpinan APIP Inspektorat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, dari tiga area pengetahuan yang sudah distandarisasi di seluruh Indonesia  melalui pelatihan CGCAE angkatan 11 ini, meliputi  kompetensi di bidang tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern ini bisa berguna dan bisa dimplementasikan di Instansi kita,”ujar H.Heriansyah di sela Acara Pembukaan Pelatihan (Humas01/Itda)