26 Mei 2020

Satgas Saberpungli Kukar Selenggarakan Workshop Pembekalan

Tenggarong, Dalam rangka meningkatkan kapabilitas  untuk dan penyamaan persepsi  anggota Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) di Kabupaten  Kutai Kartanegara, Sargas Saberpungli Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Workshop Pembekalan Kepada seluruh anggota Saberpungli yang dilaksanakan di Ruang Rapat Inspektorat kabupaten  Kutai Kartanegara Rabu (28/12) kemarin.

Pelaksanaan Workshop Pembekalan Satgas Saberpungli dalam rangka pemberantasan pungutan liar di Kutai Kartanegara ini menurut Ketua Satgas Saberpungli Kukar dalam sambutan pembukaannya adalah bagian dari komitmen Satgas Saberpungli untuk meningkatkan kemampuan dan penyamaan persepsi tentang pungutan liar sehingga ketika sosialisasi dilaksanakan kepada  Instansi  SKPD maupun masyarakat semuanya satu bahasa.

“Kita workshop ini kita laksanakan supaya kita memiliki pemahaman yang sama tentang pungutan liar,” ucap Andre Anas yang juga Wakapolres Kukar.

Pemahaman tentang Pungutan Liar ditinjau dari aspek hukum,  secara akademis dalam Workshop tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara, Safliansyah, S.H. M.H..  Dalam penyampainnya, Safliansyah menjelaskan bahwa Pungutan Liar adalah  Perbuatan Yang dilakukanolehseseorangatau pegawainegeriatau pejabatnegaradengancaramemintapembayaransejumlahuangyangtidaksesuaiatau tidakberdasarkanperaturanyangberkaitandenganpembayarantersebut..

“Kasus Pungli tidak diatur dengan pasti dalam KUHP, namun demikian dapat dipersamakan dengan tindakan penipuan, pemerasan dan Korupsi, terang Safliansyah.

Menurut Safliansyah, faktor penyebab Pungli yaitu,  adanya penyalagunaan wewenang oleh aparatur, Karakter dan mental aparatur yang buruk,  penghasilan aparatur yang masih rendah dibanding dengan wewenang dan tanggungjawabnya, Budaya dan dan kultur organisasi di instansi aparatur berada, keterbatasan sumberdaya manusia dan  lemahnya sistem pengawasan dari pimpinan organisasi.

Pelaksanaan Workshop Saberpungli di Kutai Kartanegara sendiri  menurut, Wakalpolres Kukar, adalah yang pertama di Kaltim.

“Saya  selaku Ketua Satgas berterima kasih kepada Wakil Ketua Satgas, Bapak Inspektur yang telah menfasilitasi kegiatan ini, walaupun  dana minim, kita dapat melaksanakan kegiatan ini, dan setahu saya Workshop ini, baru yang pertama di Kaltim, dan kita bersyukur kita selangkah lebih maju lagi,” ujar Andre. (muh/insp)